UKM – Kumpulan Catatan Terkait UKM

UKM atau yang kita kenal sebagai usaha kecil menengah adalah suatu kegiatan ekonomi kerakyatan berupa jenis usaha/bisnis skala kecil hingga skala menengah, dimana dilindungi oleh pemerintah. Usaha yang termasuk kepada golongan ini adalah usaha dengan penghasilan bersih sebesar Rp 200.000.000,- setiap bulannya, serta Rp 1 Miliar setiap tahunnya. Nilai ini hanya berupa keuntungan usaha tanpa ikut menghitung nilai tanah dan bangunan tempatnya dijalankan.

UKM adalah jenis usaha yang berdiri sendiri tanpa memiliki pusat berupa kantor utama, serta dimiliki secara perorangan. Usaha ini tidak memiliki badan hukum, seperti koperasi, sehingga tidak terikat kepada peraturan-peraturan badan hukum sekaligus bebas menjalankannya sesuai keinginan sang pemilik.

UKM

UKM

Salah satu pendukung perekonomian Indonesia adalah UKM ini, dimana pada tahun 2012 tercatat jumlah yang tersebar di seluruh Indonesia mencapai total 80 juta lebih. Bisnis ini serta merta menjadi salah satu tulang punggung berjalannya roda perekonomian negara karena mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah banyak, sekaligus ikut menyumbang PDB kepada negara. Pemerintahan dan negara menyediakan akses bagi UKM menuju lembaga keuangan, tetapi baru mampu mencapai 25% dari total UKM di Indonesia. Pembinaan terhadap bisnis ini dilakukan melalui dinas koperasi di masing-masing kota.

Dalam menjalankan usaha ini, tetap ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian agar bisnis ini tetap mampu bertahan dari tahun ke tahun dengan segala kemunculan pergolakan ekonomi. Salah satunya dengan adanya logo tetap atau ciri khas unik dari UKM selama dari tahun ke tahun. Logo tersebut selain mencerminkan ciri khas, identitas, sekaligus menjadi alat promosi serta alat perkenalan produk dari UKM. Dari sebuah logo, biasanya akan berlanjut menjadi merk atau trade mark dari bisnis tersebut, dimana melalui merklah pelanggan serta pemberi kredit/pinjaman dapat mengenalnya. Keberadaan logo tidak dapat dipisahkan dari keberadaan usaha yang dijalankan serta menjadi jalan pembuka kemajuan di dunia ekonomi.

Kemudian penawaran jenis produk dalam bisnis ini. Sebaiknya, produk yang ditawarkan berupa produk dengan kemampuan untuk bertahan lama serta memiliki keunikan tersendiri, hingga jangka waktu panjang, sehingga meminimalisir kemungkinan berhentinya berjalan bisnis tersebut. Beberapa produk yang dapat ditawarkan berupa makanan, makanan ringan hingga kue-kue, baik kue kering ataupun kue basah, ataupun usaha-usaha lain seperti bergerak di bidang jasa, pembuatan kerajinan tangan ataupun perabotan.

Bentuk dan cara pengemasan produk jugalah harus dibuat semenarik mungkin serta mampu menjanjikan standar kebersihan akan produk tersebut. Kemasan menarik dan mudah dibawa, tentu saja menjadi perhatian para konsumen, terutama jika akan dibawa pulang atau dibungkus. Bisa kita bayangkan, diri kita sendiri tentu akan memilih produk dengan kemasan menarik dan higienis dibanding pengemasan apa adanya dan terlihat sembarangan.

Faktor kebersihan tempat UKM dijalankan juga menjadi faktor penting dan paling krusial sehingga perlu mendapat perhatian besar dari pemiliknya. Kondisi tempat bisnis dengan keadaan bersih, higienis serta berbau harum menjadi perhatian konsumen ketika akan mengunjungi suatu UKM. Kita tak bisa mengingkari, UKM dengan kondisi tempat yang dihinggapi lalat, lantai yang kotor dan tidak cepat dibersihkan mampu mengurungkan niat serta keinginan mengunjungi tempat tersebut.

Belakangan ini, UKM mulai banyak dilirik dan dirintis oleh mahasiswa/i disela-sela kesibukan kuliahnya. Bergerak di bidang-bidang antara lain seperti bisnis online, jasa pengetikan, jasa translate bahasa, penjualan pulsa hingga aksesoris handmade. Lalu darimana mereka mendapatkan modal untuk bisnisnya? Beberapa mahasiswa/i ada yang mendapat kerjasama dengan bank berupa pinjaman uang, dengan mengajukan proposal UKM nya, dimana harus dilunasi pada tempo waktu tertentu. Bahkan beberapa UKM dimulai dari nol, ada yang mampu berkembang besar hingga naik kepada usaha skala menengah dengan omset keuntungan cukup besar.

Kunci utama dalam menjalankan bisnis ini adalah keseriusan dalam menjalankannya dan jeli dalam melihat prospek pengembangannya, terutama bagi mereka para mahasiswa, jangan sampai meninggalkan tugas utamanya menyelesaikan kuliah. Jika diperlukan, jangan pernah berhenti mencari informasi-informasi dengan memiliki hubungannya dengan bisnis, agar usaha tersebut semakin maju. Karena meskipun UKM yang dimiliki telah berjalan lancar, bukannya tidak mungkin ditengah perjalanannya akan mendapatkan rintangan-rintangan yang dapat mengganggu kelancaran usaha tersebut.

Sumber gambar :http://2vmjl9.buk.so

Share on Google+0Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Reddit0Share on StumbleUpon0Share on TumblrDigg thisShare on LinkedIn0