Universitas Diponegoro : Kumpulan Catatan Terlengkap Tentang Universitas Diponegoro

Universitas Diponegoro atau yang lebih dikenal dengan singkatan Undip, adalah sebuah Perguruan Tinggi Negeri di Semarang, Jawa Tengah, Indonesia, yang beralamat di Jl. H. Prof. Sudarto, SH, Tembalang.

Universitas Diponegoro didirikan pada tahun 1956 sebagai Perguruan Tinggi Swasta. Universitas Diponegoro baru mendapatkan statusnya sebagai Perguruan Tinggi Negeri 5 athun kemudian setelah secara resmi dibuka, yaitu pada tahun 1961. Saat pertama kali didirikan, Universitas Diponegoro bernama Universitas Semarang.

Universitas Diponegoro

Universitas Diponegoro

Sejarah

Pada tahun 1950-an di Provinsi Jawa Tengah dan Yogyakarta hanya memiliki Universitas Gajah Mada yang berstatus sebagai universitas negeri. Masyarakat Semarang menginginkan adanya sebuah perguruan tinggi atau universitas didirikan juga di daerah Semarang yang tentu saja jika ada universitas di Semarang akan meningkatkan pamor dan citra Semarang di Indonesia, maka dibangunlah satu universitas yang bernama Universitas Semarang. Saat itu Universitas Semarang masih berstatus perguruan tinggi swasta.

Beberapa tokoh pendiri Universitas Semarang antara lain adalah Mr. Imam Bardjo, waktu itu menjabat Kepala Kejaksaan atau Pengawas Kejaksaan-Kejaksaan di Jawa Tengah dan Yogyakarta, Mr. Sudarto, Mr. Soesanto Kartoatmodjo, dan Mr Dan Soelaiman, ketiganya jaksa di Semarang. Sementara pengurus yayasannya antara lain adalah sebagai Ketua Mr. Soedarto, Wakil Ketua Mr. Dan Soelaiman, Panitera Mr. Soesanto Kartoatmodjo, Bendahara Tuan Achmad Tjokrokoesoemo, Pembantu Mr. Imam Bardjo, Mr. Goenawan Goetomo, Mr. Tan Tjing Hak, dan Mr. Koo Swan Ik.

Pembangunan Universitas Semarang tersebut mendapatkan respon yang cukup positif dari berbagai pihak, hingga akhirnya Universitas Semarang secara resmi dibuka pada tahun 9 Januari 1957. Kemudian pada tanggal 15 Oktober 1961, Universitas Semarang berganti nama menjadi Universitas Diponegoro, dan statusnya berubah dari perguruan tinggi swasta menjadi perguruan tinggi negeri.

Sejak dibangun,  Dalam kurun waktu 9 tahun, yaitu dari tahun 1961 sampai dengan tahun 1970, Universitas Diponegoro telah berhasil mendirikan empat fakultas, yaitu Fakultas Kedokteran (1961), Fakultas Peternakan (1964), Fakultas Sastra (1965) dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (1965).

Visi dan Misi

Visi: Pada tahun 2020, Undip merupakan Universitas Riset yang unggul.

Misi:

- Meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan sehingga menghasilkan lulusan yang mempunyai keunggulan kompetitif, komparatif secara internasional dan berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni

- Meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian dan publikasi serta kepemilikan Hak Atas Kekayaan Intelektual sebagai upaya pengembangan ilmu, teknologi dan seni dengan mengedepankan budaya dan sumber daya lokal

- Meningkatkan kualitas dan kuantitas pengabdian kepada masyarakat sebagai  upaya penerapan dan pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni

- Meningkatkan profesionalitas, kapabilitas, akuntabilitas dan tata kelola serta kemandirian penyelenggaraan perguruan tinggi.

Fakultas

Pada awalnya Universitas Diponegoro hanya memiliki 4 fakultas, namun seiring perkembangan zaman, kini Universitas Diponegoro memiliki 12 fakultas, yaitu Fakultas Kedokteran, Fakultas Teknik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Fakultas Sains dan Matematika, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Fakultas Hukum, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Fakultas Ilmu Budaya, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Psikologi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, dan Program Pascasarjana.

Lambang

Universitas Diponegoro mempunyai lambang dengan bentuk dasar segi lima, yang dengan jelas dapat kita lihat bahwa itu melambangkan dasar negara Pancasila, berbingkai lengku dan sisi lima yang berisi kuncup bunga melati yang sedang berkembang. Kuncup melati itu melambangkan suatu pendidikan tinggi. Dalam kuncup bunga melati terdapat keris, yang melambangkan ketajaman analisis, serta terdapat juga siluet Pangeran Diponegoro sebagai lambang jiwa kepahlawanan yang dimiliki oleh Pangeran Diponegoro. Tulisan Universitas Diponegoro terletak pada sisi kiri atas melengkung ke arah sisi kanan atas bunga melati, tulisan Semarang terletak dibawah kelopak bunga melati. Daun bunga yang berjumlah 15 helai dan kelopak bunga yang berjumlah 10 helai melambangkan tanggal dan bulan kelahiran Universitas Diponegoro, yaitu 15 Oktober.

Warna hitam pada warna dasar, inti dari keris dan pegangannya melambangkan kepribadian. Warna kuning emas (prada) pada warna bingkai dan siluet Pangeran Diponegoro melambangkan keagungan. Warna merah pada pancaran 8 sinar di belakang siluet Pangeran Diponegoro melambangkan keberanian. Warna putih pada kelopak dan daun bunga serta tulisan Universitas Diponegoro Semarang melambangkan kesucian.