Universitas Gajah Mada : Artikel Tentang Universitas Gajah Mada

Salah satu kampus terkenal dan menjadi idaman para calon mahasiswa untuk melanjutkan studinya adalah Universitas Gajah Mada atau yang biasa disingkat UGM yang terletak di kota Yogyakarta, Jawa Tengah.

Didirikan oleh Pemerintah Republik Indonesia pada 19 Desember 1949, Universitas Gajah Mada adalah universitas negeri tertua di Indonesia yang sebenarnya merupakan gabungan dan pendirian ulang berbagai balai pendidikan,  perguruan tinggi dan sekolah tinggi yang berada di Surakarta, Klaten dan Yogyakarta. Nama Gajah Mada sendiri berasal dari berdirinya Balai Perguruan Tinggi Gadjah Mada yang pada saat itu hanya memiliki dua Fakultas yaitu Fakultas Hukum dan Fakultas Sastra. Pendirian dilakukan di Gedung KNI Malioboro oleh Dr. Buntaran, Dr. Soelaiman, Mr. Boediarto, Ir. Marsito, Dr. Soeharto, Mr. Soenario, Ir. Marsito dan Prof. Dr. Prijono.

Universitas Gajah Mada

Universitas Gajah Mada

Awal Indonesia merupakan masa-masa yang bergejolak termasuk peperangan mempertahankan kemerdekaan yang terjadi dimana-mana. Ketika ibukota Republik Indonesia pindah ke Yogyakarta atas perintah Soekarno-Hatta pada 4 Januari 1946, banyak sekolah dan perguruan tinggi yang terkan imbasnya. STT Bandung saat itu pindah ke Yogyakarta dan pada 17 Februari 1946 kegiatan belajar mengajar STT Bandung dilakukan di Yogyakarta.

Pada saat yang sama, sekitar tahun 1946, Perguruan Tinggi Kedokteran, Sekolah Tinggi Kedokteran Hewan, Sekolah Tinggi Farmasi dan Perguruan Tinggi Pertanian berdiri di Klaten. Institut Pasteur Bandung ikut pindah ke Klaten sejak 1 Sepetember 1945 dengan laboratorium yang terletak di Rumah Sakit Tegalyoso. Pemindahan ini karena peran satu orang yang kelak menjadi Rektor pertama Universitas Gajah Mada. Beliau adalah Prof. Dr. M. Sardjito. Aktifitas kampus Klaten bertambah padat saat pada tahun 1948 Fakultas Kedokteran Gigi mulai berdiri.

Awal Mei 1948 sempat didirikan Akademi Ilmu Politik di Yogyakarta atas prakarsa Kementrian Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan serta Kementerian Ilmu Politik namun sayang akademi ini terpaksa ditutup akibat meletusnya PKI Madiun pada tahun 1948. Bulan November pada tahun yang sama didirikan Balai Pendidikan Ahli Hukum di Surakar. Bersamaan dengan itu wacana untuk mendirikan Sekolah Tinggi Hukum Negeri digaungkan namun demi efisiensi Panitia Pendirian Perguruan Tinggi Swasta Surakarta mengusulkan supaya kedua Badan Pendidikan Ahli Hukum disatukan dengan Sekolah Tinggi Hukum Negeri yang kemudian disepakati dan disahkan pada tahun 1948.

Agresi Militer Belanda ke II kembali melumpuhkan seluruh kegiatan belajar mengajar. Semua mahasiswa ikut berperang dan semua perguruan tinggi di Klaten, Surakarta dan Yogyakarta ditutup. Paska serangan Belanda, wilayah Republik Indonesia semakin terbatas. Kemudian dipimpin oleh Prof. Dr. Soetopo, diadakan rapat Panitia Perguruan Tinggi pada 20 Mei 1949. Salah seorang yang hadir dan mengikuti rapat itu adalah Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Rapat tersebut diadakan untuk membahas kelanjutan pendidikan di tengah situasi dimana wilayah republik yang masih bertahan pada saat itu adalah Yogyakarta. Akibatnya tidak ada tempat untuk kuliah, akan tetapi Sri Sultan Hamengkubuwono IX bersedia untuk meminjamkan ruangan keraton dan beberapa gedung di sekitarnya demi kegiatan pendidikan. Akhirnya pada 1 November 1949, Fakultas Kedokteran Gigi, Farmasi, Pertanian dan Kedokteran berdiri kembali di Kompleks Perguruan Tinggi Kadipaten. Pembukaan kembali fakultas-fakultas ini dihadiri oleh Presiden Soekarno. Pada saat itu beberapa dari pengajar fakultas wafat dalam perang.

Sehari sesudahnya, Fakultas Hukum, Teknik, Kesusasteraan dan Akademi Ilmu Politik diresmikan dan berada di bawah naungan Yayasan Perguruan Tinggi Gajah Mada, disusul dengan dibukanya Fakultas Hukum di Yogyakarta yang merupakan pindahan Sekolah Tinggi Hukum Negeri Solo.

Kemudian pada 19 Desember 1949, Universitas Gajah Mada lahir dengan enam fakultas yaitu:

  1. Fakultas Teknik – Akademi Ilmu Ukur, Akademi Pendidikan Guru Bagian Ilmu Alam dan Ilmu Pasti);
  2. Fakultas Kedokteran – Farmasi, Kedokteran Gigi, Akademi Pendidikan Guru bagian Kimia dan Ilmu Hayat;
  3. Fakultas Pertanian – Akademi Pertanian dan Kehutanan;
  4. Fakultas Kedokteran Hewan
  5. Fakultas Hukum – Akademi Keahlian Hukum, Ekonomi, Sosiologi, Keahlian Ekonomi dan Notariat, Akademi Ilmu Politik dan Akademi Pendidikan Guru Bagian Tatanegara
  6. Fakultas Sastra dan Filsafat – Akademi Pendidikan Guru bagian Sastra.

Hingga saat ini Universitas Gajah Mada memiliki18 Fakultas dan 1 Sekolah Pascasarjana dengan 23 program studi diploma, dan lebih dari 120 program studi dari Ilmu Sosial hingga Teknik yang meliputi program studi S1, S2 hingga S3.

Sumber gambar: ugm.ac.id

Contoh dan Pengertian