Universitas Hasanuddin | Artikel Tentang Universitas Hasanuddin

Provinsi Sulawesi Selatan memiliki salah satu perguruan tinggi negeri yang cukup bonafide yaitu Universitas Hasannudin. Universitas yang biasa disebut dengan sebutan UNHAS ini terletak di ibukota provinsi Sulawesi Selatan yakni Makassar. Universitas Hasanuddin ini berdiri pada tanggal 11 Juni 1956.

Sejarah awal berdirinya Universitas Hasanudin ini bermula ketika dilakukan pengembangan dari Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi dan Fakultas Pengetahuan Kedokteran Universitas Indonesia untuk Cabang Makassar yang sudah berdiri sejak tahun 1947. Namun, pada 11 Juni 1956 Cabang Universitas Indonesia untuk Makassar ini berubah nama menjadi Universitas Hasanudin yang saat itu diresmikan oleh wakil presiden saat itu, Mohammad Hatta.

Universitas Hasanuddin

Universitas Hasanuddin

 

Pendirian Universitas Hasanudin ini berdasarkan Surat Keputusan Menteri PP dan K No.3369/S yang diturunkan pada 11 Juni 1956 dan Peraturan Pemerintah No.23 pada September 1956. Awalnya kampus Universitas Hasanudin ini tidak terletak di daerah Tamalanrea seperti sekarang, melainkan terletak di kawasan Baraya yang berada di tengah kota. Perpindahan lokasi kampus dari kawasan Baraya ke daerah Tamalanrea ini terjadi pada tahun 1981 yang saat itu Prof. Dr. Achmad Amiruddin menjabat sebagai rektornya. Peresmian kampus Universitas Hasanudin di daerah Tamalanrea ini bertepatan dengan Dies Natalis UNHAS yang ke 25 yakni pada 17 September 1981 dan persemian tersebut dilakukan oleh Presiden Indonesia kedua, yaitu HM. Soeharto.

Di daerah Tamalanrea, Universitas Hasanudin menempati areal seluas 220 hektar atau setara dengan 220.000 meter persegi yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang seperti perpustakaan pusat, laboratorium, lembaga penelitian, UKM(Unit Kegiatan Mahasiswa), lapangan olahraga, wartel, tempat ibadah, bank, kantor pos dan asrama mahasiswa baik putra maupun putri.

Untuk luas bangunan di Universitas Hasanudin saat ini sekitar 16 hektar. Sedangkan untuk luas perpustakaan dan laboratorium masing-masing 14.420 meter persegi dan 27.468 meter persegi. Jumlah total perpustakaan selain perustakaan pusat yakni ada 46 unit. Sedangkan jumlah total untuk laboratorium ada sekitar 424 unit. Untuk lemaga penelitian, di Universitas Hasanudin terbagi menjadi dua lembaga, yaitu Lembag Penelitian dan Pengabdian Masyarakat.

Hingga pada tahun 2014, Universitas Hasanudin telah memiliki 15 fakultas diantaranya Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, Kedokteran Hewan, Hukum, Ekonomi, Ilmu Budaya, Ilmu Sosial dan Politik, Ekonomi, Peternakan, Pertanian, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Kesehatan Masyarakat, Ilmu Kelautan dan Perikanan, Farmasi dan Kehutanan. Untuk Fakultas Kehutanan termasuk fakultas yang baru di Universitas Hasanudin. Hal itu dikarenakan Fakultas Kehutanan baru berdiri sekitar tahun 2006 yang merupakan pemekaran dari Fakultas Pertanian dan Kehutanan. Namun saat ini antara Pertanian dan Kehutanan terpisah menjadi fakultas yang berdiri sendiri. Sedangkan untuk Fakultas Teknik letaknya berada terpisah dari fakultas lainnya yakni berada di Kabupaten Gowa sejak tahun 2006 lalu. Lokasi dari Fakultas Teknik saat ini merupakan bekas dari pabrik kertas Gowa yang telah direnovasi dan dilakukan pembangunan gedung serta fasilitas penunjang.

Universitas Hasanudin ini terbagi kedalam dua kampus yakni Kampus I yang beralamat di Jalan Perintis Kemerdekaan Km 10 Kode Pos 90245, Tamalanrea, Kota Makasar, Provinsi Sulawesi Selatan dan Kampus II yang terletak di Jalan Masjid Raya 55, Baraya, Makassar, Sulawesi Selatan. Jenjang pendidikan yang ada di Universitas Hasanudin ini tidak hanya untuk program sarjana melainkan juga terdapat program pascasarjana, Pendidikan Profesi dan Diploma(D1, D3, D4). Untuk jumlah mahasiswa yang menempuh pendidikan di Universitas Hasanudin ini kurang lebih sebanyak 30.000 mahasiswa termasuk bagi mahasiswa pascasarjana dan diploma.

Sejak pertama kali berdiri pada Juni 1956, Universitas Hasanudin ini telah berganti rektor sebanyak 11 kali. Untuk periode 2006-sekarang, jabatan rektor Universitas Hasanudin dipegang oleh Prof. Dr.dr. Idrus A. Paturusi, Sp.BO.

Dalam perkembangannya, Universitas Hasanudin telah memberikan gelar kehormatan yang berupa Doktor Honoris Causa kepada tujuh tokoh baik itu dari dalam negeri maupun luar negeri. Untuk tokoh dari luar negeri yang berkesempatan menerima gelar kehormatan Honor Causa adalah Nelson Mandela(penentang politik perbedaan warna kulit atau biasa disebut dengan politik apartheid di Afrika Selatan) dan Tun Najib Tun Razak yang merupakan Wakil Perdana Menteri Negeri Jiran Malaysia. Sedangkan untuk tooh dari dalam negeri ada Ir Soekarno yang merupakan presiden pertama Indonesia, Drs. Moh. Hatta yang merupakan wakil presiden pertama Indonesia, Jusuf Kalla yang merupakan wakil presiden ke-10, BJ. Habibie yang merupakan Presiden Ketiga RI, Chaerul Saleh yang pernah menjabat sebagai wakil perdana menteri RI.

Sumber Foto : www.unhas.ac.id/content/lambang-unhas‎

Kata kunci:

Share on Google+0Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Reddit0Share on StumbleUpon0Share on TumblrDigg thisShare on LinkedIn0