Waralaba : Kumpulan Tulisan Terlengkap Mengenai Waralaba

Bisnis apa paling populer dan berkembang pesat saat ini di Indonesia? Yup benar, waralaba. Menurut Asosiasi franchise Indonesia, waralaba adalah suatu sistem pendistribusian  barang dan jasa kepada pelanggan akhir, dimana franchisor atau pewaralaba memberikan hak kepada individu atau perusahaan untuk melaksanakan bisnis dengan merek, nama, sistem, prosedur dan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu meliputi area tertentu.

Bisnis ini berkembang karena banyak hal. Misalnya  untuk menjadi franchisor atau pewaralaba hanya dibutuhkan syarat mudah. Seperti misalnya usahanya memiliki ciri khas, terbukti sudah memberikan keuntungan, standar serta pelayanan dibuat tertulis, mudah diaplikasikan, memberikan dukungan  berkesinambungan juga HAKI yang telah beredar. Selain itu, bisnis ini cukup menjanjikan karena pilihannya  banyak dan beragam. Tahun 2011 saja terdata ada 1800 pewaralaba dengan 400 pewaralaba asing dan 1400 perawalaba lokal.

Waralaba

Waralaba

Peminat waralaba memang  banyak. Terutama bagi pengusaha pemula. Selain persyaratan dan persiapan usahanya cukup  mudah, modalnya juga tidak besar. Kita tinggal mengerjakan  konsep bisnis yang sudah dirumuskan pihak pewaralaba. Risiko  gagalnya minim. Tetapi tetap kunci kesuksesan terletak pada dua fihak yakni pemberi atau pemilik waralaba (pewaralaba) dan penerima atau pembeli waralaba (terwaralaba).

Minat itu kini makin berkembang. Apalagi ditenggarai waralaba lokal dimana harganya cukup murah. Maka semakin mewabahlah bisnis  satu ini. Ditambah pula sikap pemerintah yang memberi kran kemudahan bagi pewaralaba asing untuk bermain di pasar Indonesia. Bagaimana Mc Donald, Starbuck, Pizza Hut dan lainnya berjaya. Ditambah  waralaba asing baru  akan semakin melengkapi kemeriahan bisnis satu ini.

Bahkan waralaba lokal semakin memperlihatkan eksistensinya. Selain dari jumlahnya semakin bertambah,  ragam usahanya juga. Dari mulai jenis makanan Burger Edam, Tahu Brintik Cryspy, Ayam Bakar Wong Solo, Warung Steak and Shake,  kini mulai merambah ke jasa cucian seperti Si Kinclong Laundry.  Juga toko ritel misalnya Indomart dan Alfamart.

Outletnya  sekarang sudah bertebaran bak jamur di musim hujan. Bahkan bidang pendidikan pun tak mau ketinggalan, misalnya saja Primagama. Maraknya bisnis ini juga diwarnai keberadaan biro perjalanan dan wisata. Sebutlah diantaranya Jawa Star dan Mandiri Travel an Tour. Bisnis jasa konsultanpun ada seperti Inpra Perkasa.

Berkembangnya bisnis waralaba akhirnya disikapi oleh pemerintah dengan lahirnya beberapa peraturan agar tidak terjadi kesimpangsiuran. Sebutlah diantaranya adalah Permendag No. 07/M-DAG/PER/2/2013 yang membahas tentang batasan kepemilikan waralaba minuman dan restoran. Di sana ditegaskan bahwa gerai tidak boleh melebihi 250 outlet. Hal itu dimaksudkan untuk memberdayakan Usaha Kecil Menengah (UKM).

Contoh kasusnya misalnya Kentucky Fried Chicken. Sampai saat ini KFC mempunyai gerai sebanyak   426. Kalau menurut peraturan di atas, artinya KFC mempunyai kelebihan gerai sebanyak  176.  Dengan demikian KFC harus melakukan penyertaan modal sebesar 30-40 persen bagi pengusaha lokal atas kelebihan jumlah gerainya tersebut.  Dengan demikian pengusaha lokal dapat terjun dalam kegiatan bisnis waralaba tersebut. Sehinga nantinya,  tidak terjadi persaingan  terlalu jauh antara penggusaha franchise asing dengan pengusaha lokal. Akan timbul kemitraan antara pengusaha besar dengan pengusaha UKM. Sehingga dari keduanya dapat saling menguatkan dan menguntungkan.

Tetapi peraturan ini dianggap mempunyai kelemahan juga yakni akan membuat pewaralaba asing bernafsu untuk memiliki outlet lebih dari 250 buah. Karena pola penyertaan modalnya hanya 30-40 persen maka pewaralaba tersebut bisa lebih mengontrol terwaralabanya. Akibatnya, dikhawatirkan hal itu bisa mengancam para terwaralaba lokal.

Agar sukses menjalankan bisnis ini, berikut beberapa tips yang bisa dilaksanakan :

a. Pilihlah produk waralaba  paling diminati. Biasanya disesuaikan dengan minat, bakat, hobi juga hasrat Anda. Dengan demikian akan menimbulkan pengaruh positif dalam perjuangan menjalankan usaha. Lebih bagus lagi kalau disesuaikan dengan pengalaman dan keahlian yang dimiliki.

b Perhatikan juga hak cipta produk yang akan diwaralabakan.

c. Lebih ideal lagi, pilihlah  pewaralaba yang mempunyai jam terbang lama. Karena biasanya mereka sudah mempunyai sistem  kuat juga modal besar.

d. Carilah pewaralaba dimana terwalalabanya sudah banyak tersebar di tempat-tempat tertentu yang strategis.

e. Pelajari penawaran dengan hati-hati. Tanyakan langsung atau minta penjelasan jika ada hal-hal tidak dimengerti.

f. Terakhir, cari pengetahuan sebanyak-banyaknya tentang segala sesuatu yang akan berhubungan dengan bisnis kita. Misalnya mengetahui apa yang dibutuhkan pasar, dana yang diperlukan, jenis waralaba yang kita pilih. Kalau perlu lakukan perbandingan dengan waralaba sejenis. Dengan demikian, ketika kita menentukan suatu produk maka akan menampilkan sesuatu yang berkualitas, unik, mempunyai nilai tambah sehingga berdaya jual tinggi.

g. Selain itu jangan segan untuk belajar dari para ahli, orang yang telah berpengalaman dan lain sebagainya.

Segera setelah semua dilakukan, ambillah keputusan untuk memilih salah satu jenis warala. Tetapi mulailah terjun dalam skala kecil dulu sebagai ajang buat pembelajaran pertama kalinya.

Sumber gambar : Morguefile.

Kata kunci:

Share on Google+0Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Reddit0Share on StumbleUpon0Share on TumblrDigg thisShare on LinkedIn0